B' D E S I G  | b'smart, b'creative with us..!

B'GRAPHICS

b'smart, b'creative with us..!

NIRMANA ....FOTOGRAFI .

MENGGAMBAR ....TYPOGRAFI .

KOMPUTER GRAFIS.....DIGITAL IMAGING .

 
Hot News
Search
Chating


Join Now
Cool News
Pooling
Program grafis apa yang sering anda gunakan?
Corel Draw
Photoshop
Freehand
Ilustrator
  
Design School
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.
Others
Visitor


Copywriter = Perangkai Kalimat Iklan
Monday, 10 May 2010
 http://www.ppcrep.com/images/copywriting.jpg


Jika bicara copywriter pasti yang teringat dalam pikiran adalah iklan-iklan dengan kalimat-kalimat yang unik dan mudah diingat. Siapa sih yang tidak pernah dengar kata "Let's Make Things Better" nya Phillips, atau "Connecting People" nya Nokia. Tapi sebenarnya seperti apa sih pekerjaan seorang copywriter itu? Itulah yang akan dibahas dalam artikel ini.

Banyak kita melihat dan mendengar iklan yang pada umumnya ditulis dengan kata-kata yang indah, disain yang artistik, iklan TV yang sangat  impressive sampai yang bombastis, dan secara tidak sadar kita menyukainya. Namun, pernahkah ada iklan seperti itu membawa kita membeli suatu produknya? Jika jawabannya “Ya”, berarti iklan itu berhasil menjual.

Iklan tidak dibuat/ditulis agar “disukai”, melainkan mempunyai tujuan akhir, yaitu meningkatkan penjualan dan keuntungan bagi pemasang iklannya.

Oleh karena itu Claude Hopkins mendefinisikan “copywriting” sebagai: “Salesmanship in Print” (Keahlian Menjual Dalam Bentuk Tercetak). Sementara Judith Charles mendefinisikan: “Copywriter” adalah “A Salesperson behind a Typewriter” (Seorang Penjual Di Belakang Mesin Tik).

Jadi, apa kira-kira persyaratan untuk menjadi seorang “Copywriter” yang menulis text iklan (Copywriting) yang mampu menjual (selling)?

Kalau dalam artikel sebelumnya, pernah dibahas posisi copywriter juga, tetapi pada posisi copywriter tersebut cukup berbeda meski dengan nama posisi yang sama. Copywriter yang pernah dibahas tersebut adalah copywriter dalam hal pembuatan sebuah advertorial. Sedangkan yang lebih sering terpikir dalam benak kita adalah copywriter yang berhubungan dengan dunia periklanan atau advertising, inilah yang akan kita bahas dalam artikel berikut ini.

Jika membahas pekerjaan copywriter memang tak jauh dari tulisan yang dapat mengundang atau menceritakan, melukiskan sebuah produk dalam komposisi kalimat dan terdengar enak dan mudah diingat oleh konsumen. Sebenarnya copywriter diambil dari kata copy yang berarti tulisan dalam iklan. Ini bisa dilihat dalam print ad (iklan cetak), baik dalam headline (paragraf awal, atau kalimat utama), body line (paragraf lanjutan atau penjelasan lanjutan dari suatu produk/jasa) maupun tag line (slogan) yang biasa ada di dalam iklan yang ditayangkan di televisi.


Kadang-kadang, sebuah iklan yang ditulis secara sederhana dan langsung pada sasaran (direct), lebih berhasil dengan baik memenuhi kewajibannya “menjual”. Jika Anda menulis iklan ingatlah akan hal itu, seakan-akan hidup Anda sangat tergantung pada konsep itu. Konsep tersebut berlaku untuk semua pekerjaan copy writing, untuk iklan, brochure, sales letter, katalog (termasuk e-book) dsb.

Agar hasil copywriting Anda menjual dengan baik, diperlukan sedikitnya 3 (tiga) hal:
  1. Dapatkan perhatian prospek Anda;
  2. Komunikasikan manfaat produk dan pelayanan/jasa Anda;
  3. Bujuk-rayulah prospek Anda agar segera mengambil tindakan (sesuai yang Anda inginkan);
Untuk keperluan itu, Joseph Sugarman – salah seorang copywriter yang berhasil di dunia -, menyatakan bahwa persiapan yang diperlukan seseorang untuk menjadi copywriter profesional memerlukan dua macam pengetahuan, yaitu pengetahuan umum dan pengetahuan khusus. Keduanya berbeda satu dari lainnya.

Pengetahuan Umum:

Copywriter terbaik di dunia kebanyakan merupakan orang-orang yang selalu ingin tahu (curious) tentang berbagai hal, banyak membaca, punya hobby banyak, suka melakukan perjalanan (traveling), kerapkali menguasai berbagai ketrampilan, – karena mudah bosan dengan suatu ketrampilan -, kemudian mencari ketrampilan baru untuk dikuasainya, selalu haus pengalaman dan pengetahuan, memandang orang lain menarik, oleh karena itu dia merupakan “pendengar yang baik”.
Bagaimana dengan Anda …? Apakah Anda termasuk kategori itu? Jika tidak, … sebaiknya Anda segera mulai dan tumbuhkan minat pada berbagai hal di mana pun Anda berada. Ini berlaku seumur hidup.

Pengetahuan Khusus:

Untuk bisa menjual produk Anda, Anda harus menjadi “ahli” mengenai produk yang akan Anda jual. Menjadi “ahli” berarti mempelajari tentang produk yang bersangkutan untuk memperoleh pengetahuan khusus agar Anda dapat memberi informasi yang benar dan nyata tentang produk itu kepada prospek Anda. Mengapa? Karena setiap produk memiliki karakteristik, cirinya masing-masing untuk diinformasikan kepada prospek Anda dengan cara Anda yang khusus pula. Singkatnya, produk Anda memiliki ciri khasnya masing-masing, tergantung pada Anda bagaimana mengetahui pikiran prospek Anda atas produk itu. Nah, pikiran mereka tentang produk itu disebut oleh David Ogilvy “a product’s inherent drama” (drama yang melekat pada produk).

Di samping kedua pengetahuan itu, umum dan khusus, Anda juga dituntut untuk memiliki “kunci” lainnya yang disebut “inside knowledge” (pengetahuan di dalam), yang dimaksukan adalah pengetahuan tentang keadaan, karakteristik, keinginan, kebutuhan di dalam target market (pasar sasaran) yang ingin Anda jangkau, yaitu sekelompok perorangan kepada siapa Anda akan menjual produk Anda.

Anda perlu menjadi ahli dalam hal “pikiran pasar sasaran Anda tentang produk Anda”. Anda perlu melibatkan diri dengan mereka, perlu mengetahui apa yang membuat pasar sasaran Anda mengeluarkan uang dari koceknya. Kalau Anda mengabaikan hal ini, maka … hhmmm … terlepaslah “ikan” dari kailnya. 

Bagaimana proses kerjanya?

Pertama tentunya adalah apa yang diinginkan seorang klien dalam membuat promosi untuk produknya, baik berupa iklan cetak, televisi ataupun campaign. Ini yang akan "diterjemahkan" oleh seorang Account Executive/ Client Service dari klien tersebut.

Dari Client Service ini, ia harus mencari data sebanyak mungkin mengenai produk yang akan diiklankan tersebut sebelum diberikan pada sebuah tim yang terdiri dari Creative Director yang membawahi Art Director dan Copywriter.

Kemudian proses selanjutnya adalah Brainstorming, yaitu proses untuk mencari product knowledge dari produk/jasa yang akan diiklankan oleh suatu agency atau disebut juga sebagai proses mencari unique selling proposition. Dalam proses ini dicari pendeskripsian produk tersebut. dalam hal ini bentukan iklan dari bentuk print ad ataupun untuk televisi akan berbeda.

Tanggung jawab inti dari seorang copywriter adalah konsep ide dalam bentuk kalimat. Ini haru sejalan dengan pasangannya yaitu dengan seorang art director yang bertugas untuk membuat desain iklan. Termasuk di dalamnya adalah membuat headline, body copy atau tag line (untuk televisi).

Untuk suatu iklan yang akan ditayangkan di televisi adalah termasuk juga untuk voice over (apa yang dibicarakan atau yang dikatakan oleh seorang model/talent), membuat musik/jingle suatu iklan, terbatas untuk kata-katanya saja. Tanggung jawab lainnya tentunya sharing pekerjaan dengan art director. Sharing ini tak hanya masalah dan tanggung jawab penyelesaian pekerjaan saja, tetapi juga tanggung jawab jikalau mereka membuat kesalahan. Ini tentunya akan ada punishment tersendiri, misal ganti kerugian. Ini yang biasanya dibebankan dalam satu tim, meski demikian kesalahan ini jarang terjadi karena banyaknya penyaringan sebelum 'jadi' menjadi satu iklan.

Dalam tangga karir posisi ini ada hal yang juga diinginkan untuk diraih, seperti misalnya mendapatkan penghargaan atau award yang diselenggarakan setahun sekali misalnya Citra Adipariwara Award.

Yang penting dalam posisi ini selain daripada teori, juga diperlukan bakat. Karena bagaimanapun, seorang copywriter merupakan salah satu jenis pekerjaan yang membutuhkan kreatifitas seseorang yang belum tentu dimiliki oleh semua orang. Meski demikian, bagi Anda yang ingin meraih posisi ini, jangan berkecil hati terlebih dulu, karena bakat itu bisa dilatih dan dipoles.

Hal yang perlu diperhatikan juga adalah konsep apa yang akan disajikan dari suatu produk yang akan diiklankan. Dari konsep tersebut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti berikut ini :

  • Target market; yaitu segmentasi yang dimaksud oleh suatu produk yang akan diiklankan. Kelompok mana yang akan menjadi target market suatu produk tersebut. Misal target marketnya adalah kelas menengah bawah, maka selera iklannya pun perlu disesuaikan dengan kelas yang akan dituju. Jangan sampai pesan yang ingin disampaikan tidak mengenai target marketnya. Ini yang perlu diperhatikan dan dipelajari terlebih dulu.
  • Kompetitor. Produk apa yang menjadi kompetitor dari produk yang akan diiklankan? Dari situ bisa dilihat apa saja yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari produk yang akan diiklankan dan produk kompetitornya. Anda juga bisa melihat seperti apa iklan terakhir dari kompetitor tersebut.
  • Product knowledge. Ini penting untuk diketahui, karena tanpa mengetahui produk yang akan diiklankan, bagaimana caranya Anda membujuk orang lain untuk membeli produk tersebut? Jadi Anda perlu mengetahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya, sehingga Anda tahu apa yang bisa Anda angkat menjadi suatu pesan yang akan 'mengajak' market untuk membeli produk yang dimaksud.
Sedangkan tangga karir seorang copywriter adalah sebagai berikut :

  1. Junior copywriter
  2. Copywriter
  3. Senior Copywriter
  4. Group Head
  5. Assistant Creative Director
  6. Creative Director
  7. Executive Creative Director
Untuk latar belakang pendidikan, memang ada sedikit 'pakem' misalnya berlatarbelakang pendidikan dari advertising, atau komunikasi, tetapi ini tidak menjadi keharusan, karena sekali lagi, hal ini tergantung dari bakat dan kemampuan orang yang akan menjadi seorang copywriter.

Bagaimana, Anda tertarik untuk membuat jargon baru?



Tambahan:
  • Scriptwriter = untuk di dunia perfileman, jobdesknya bikin naskah dari skenario yang ada sehingga cerita dapat terbawa dengan apik
  • Copywriter = untuk di dunia adv (dan yg masih relevan) jobdesknya bikin tagline atay keyword 
  • Copywriter Radio = Pada dasarnya sama. tugasnya adalah nulis tapi biasanya script writer itu yang ditulis berupa scene, run down kalo copywriter lebih ke urusan tulis menulis yg berhubungan dengan sebuah brand misalnya iklan, pariwara, journal, dll. kalo dilihat dari backgroundnya, scriptwriter harus punya sense of journalism, copywriter harus punya sense of marketing yang kuat, pada umumnya bayarannya gedean copywriter.

Labels: , ,

posted by B'DESIG @ 5/10/2010 11:39:00 am  
0 Comments:

Post a Comment

Thanks for your Comment...enjoyed!

<< Home
 
Jobs Online Free

Exhibition
About

Glay Video

Video Ads:Small Square (200x200)

glay video

Tell a Friend
Previous Post
Archives
Schedule
Links

B'PORTALS

B'4ROOM

B'DESIG

B'Music

B'Code

B'ASCii

B'4U

Shiawase Production

Dat..Dit..Dut..Det

GLAY STATION

GLAY on GRAY

Advertising
Map Satelite
Get Money

(AdSense referral text link)

Sponsored by

Best view with Fireworks

DOWNLOAD NOW

[Pasang Iklan Anda]

+/- 200 px

 

Your Ad Here

Copyright © B'DESIG 2010

All Rights Reserved